Genap 5 tahun sudah wanita itu menjabat sebagai kepala
desa (kades) Sawotratap. Sebuah desa kecil berpenduduk + 6500 jiwa yang
berada di wilayah kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Selama itu pula, pembangunan di
desa berjalan cukup baik serta hubungan antar warganya juga stabil harmonis.
Pun demikian, tetap saja masa jabatannya harus disudahi
Dan saat inilah periode berikutnya akan dimulai ..
Minggu itu suasana pagi masih seperti biasa. Panas
menyengat. Yang menjadi tak biasa adalah kantor desa Sawotratap. Tak biasanya
ada antrian panjang bak antri bbm subsidi. Alih-alih mendapat jatah bbm
subsidi, ternyata antrian panjang itu adalah antrian untuk pemilihan kepala
desa (pilkades) Sawotratap. Berbeda dengan 5 tahun lalu. Pemilihan kepala desa
kali ini tidak diadakan dengan beberapa posko-posko pemilihan seperti umumnya,
melainkan di 1 posko, yaitu di kantor desa.
Mungkin bagi segelintir orang merasa ogah untuk
rela mengantri demi memilih bakal calon kades mereka, tapi tidak dengan
sebagian besar masyarakat di desa ini. Walaupun terik menyengat,
berdesak-desakan dan gerah mereka tetap antusias dan antrian tetap aman terkendali
tanpa ada kericuhan.
Walau tidak ada jalur pembeda antara antrian masuk dan
gerombolan orang yang keluar, proses ini tetap berjalan stabil. Sesampai-nya
di pintu gerbang kepala desa, tidak semuanya langsung diizinkan masuk dalam
wilayah tempat pengambilan suara (TPS). Gerbang itu dijaga 3 hansip yang
memegang kontrol kuota warga yang akan masuk ke dalam TPS. Warga pun tidak
protes dengan prosedur ini, alasannya demi keamanan dan ketertiban pilkades.
Proses selanjutnya, warga akan memilih calon kades
mereka di wilayah TPS. Setelah mendatangi stand RW mereka guna menukar surat
panggilan dengan surat suara, selanjutnya mereka mengarah pada bilik bilik
berwarna silver. Setelah mencoblos, surat suara itu dimasukan pada kotak suara.
Selanjutnya sudah jelas, warga harus mencelupkan sebagian jari mereka kedalam
tinta sebagai bukti mereka telah menyumbang suara mereka untuk pilkades tahun ini.
Pilkades ini berjalan lancar berkat dukungan dari
keamanan dan warga yang taat prosedur. Calon kepala desa pun juga menyaksikan
jalannya proses pengambilan suara ini dari mulai dibuka nya sampai proses
voting. Proses pilkades ini semakin berjalan mulus sebab tidak adanya KKN dalam pelaksanaannya. Hal ini terbukti dari
pengakuan warga yang tidak menerima sumbangsih apapun dari pihak calon kepala
desa itu sendiri maupun dari tim sukses dari tiap-tiap calon kepala desa.
No comments:
Post a Comment