Monday, December 23, 2013

Kesinambungan good governance dan smart citizenship di Desa Sawotratap


Genap 5 tahun sudah wanita itu menjabat sebagai kepala desa (kades) Sawotratap. Sebuah desa kecil berpenduduk + 6500 jiwa yang berada di wilayah kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Selama itu pula, pembangunan di desa berjalan cukup baik serta hubungan antar warganya juga stabil harmonis. Pun demikian, tetap saja masa jabatannya harus disudahi

Dan saat inilah periode berikutnya akan dimulai ..

Minggu itu suasana pagi masih seperti biasa. Panas menyengat. Yang menjadi tak biasa adalah kantor desa Sawotratap. Tak biasanya ada antrian panjang bak antri bbm subsidi. Alih-alih mendapat jatah bbm subsidi, ternyata antrian panjang itu adalah antrian untuk pemilihan kepala desa (pilkades) Sawotratap. Berbeda dengan 5 tahun lalu. Pemilihan kepala desa kali ini tidak diadakan dengan beberapa posko-posko pemilihan seperti umumnya, melainkan di 1 posko, yaitu di kantor desa.

Mungkin bagi segelintir orang merasa ogah untuk rela mengantri demi memilih bakal calon kades mereka, tapi tidak dengan sebagian besar masyarakat di desa ini. Walaupun terik menyengat, berdesak-desakan dan gerah mereka tetap antusias dan antrian tetap aman terkendali tanpa ada kericuhan.

Walau tidak ada jalur pembeda antara antrian masuk dan gerombolan orang yang keluar, proses ini tetap berjalan stabil. Sesampai-nya di pintu gerbang kepala desa, tidak semuanya langsung diizinkan masuk dalam wilayah tempat pengambilan suara (TPS). Gerbang itu dijaga 3 hansip yang memegang kontrol kuota warga yang akan masuk ke dalam TPS. Warga pun tidak protes dengan prosedur ini, alasannya demi keamanan dan ketertiban pilkades.

Proses selanjutnya, warga akan memilih calon kades mereka di wilayah TPS. Setelah mendatangi stand RW mereka guna menukar surat panggilan dengan surat suara, selanjutnya mereka mengarah pada bilik bilik berwarna silver. Setelah mencoblos, surat suara itu dimasukan pada kotak suara. Selanjutnya sudah jelas, warga harus mencelupkan sebagian jari mereka kedalam tinta sebagai bukti mereka telah menyumbang suara mereka untuk pilkades tahun ini.

Pilkades ini berjalan lancar berkat dukungan dari keamanan dan warga yang taat prosedur. Calon kepala desa pun juga menyaksikan jalannya proses pengambilan suara ini dari mulai dibuka nya sampai proses voting. Proses pilkades ini semakin berjalan mulus sebab tidak adanya KKN  dalam pelaksanaannya. Hal ini terbukti dari pengakuan warga yang tidak menerima sumbangsih apapun dari pihak calon kepala desa itu sendiri maupun dari tim sukses dari tiap-tiap calon kepala desa.





No comments: