kau ini siapa?
berdiri menatap penuh kesedihan
kau ini siapa?
dalam pelupuk semua kegelisahan seakan tertahan
aaah..
tak seharusnya kau beriba
lihat..
roncean melati terhias manis dlm mahkotanya,
tidakkah kau lihat?
paras ayunya menegaskan laksana permaisuri jogjakarta
Berharap dihentikan pun sudah tdk mungkin
ketika jemari tak mampu berjabat
dan ketika tawa tak lagi mampu kudengar
saat itulah
hati besar berkata untk merelakan
No comments:
Post a Comment